Mekanisme gerak dan Kelainan penyakit pada sistem gerak

Mekanisme gerak dan Kelainan penyakit pada sistem gerak

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas alat gerak pada sistem organ manusia, dimana sistem gerak manusia itu tersusun dari atas tulang yaitu gerak pasif, dan otot yaitu gerak aktif. Nah untuk kali ini admin akan membahas mengenai mekanisme gerak dan kelainan penyakit pada sistem gerak itu sendiri.

image

1. Mekanisme Gerak


Gerak dapat terjadi karena adanya kontraksi dan relaksasi otot yang menggerakkan tulang.
Adapun kerja otot dapat bersifat:
a. Antagonis yaitu otot-otot yang bekerjanya secara berlawanan (satu otot kontraksi, sedangkan lainnya relaksasi).

b. Sinergis yaitu oto-otot yang bekerja secara bersama-sama dengan efek searah. Misalnya otot-otot antar tulang rusuk pada saat bernapas. Mekanisme kerja otot dapat dijelaskan sebagai berikut. Struktur otot lurik tersusun atas serabut halus yang disebut miofibril yang mengandung dua macam protein, yaitu aktin (tipis) dan myosin (tebal). Kombinasi dari aktin dan myosin akan menghasilkan pola gelap dan terang. Satu unit dari pola gelap dan terang disebut dengan sarkomer yang dibatasi oleh garis Z. Tumpang tindih aktin-miosin disebut zona H, sedangkan yang hanya terdapat aktin disebut zona H, sedangkan yang hanya terdapat aktin disebut zona I.
Teori yang menjelaskan mekanisme kontraksi disebut teori pergeseran filament . Kontraksi tersebut terjadi karena adanya pergeseran atau luncuran antara filament halus (zona I) dan filament kasar (zona H) yang saling tumpang tindih. Dan akibatnya panjang tiap sarkomer tereduksi dan ukuran otot pun memendek. Energi gerak berasal dari penguraian ATP menjadi ADP dan P.

2. Kelaninan atau Penyakit pada Sistem Gerak


Adapun beberapa gangguan pada sistem gerak adalah sebagai berikut:
  • Atrofi yaitu penurunan fungsi otot (mengecil) karena terserang penyakit polio.

  • Artritis rheumatoid yaitu pengapuran tulang rawan yang menghubungkan persendian.

  • Artritis eksudatif yaitu peradangan pada selaput sendi.

  • Gout artritis yaitu penimbunan asam urat pada sendi.

  • Osteoporosis yaitu kerapuhan tulang akibat kehilangan kalsium.

  • Stiff yaitu kekakuan pada leher karena peradangan otot leher.

  • Fisura yaitu keretakan pada tulang.

  • Fraktura yaitu patah tulang.

  • Dislokasi yaitu pergeseran tulang pada persendian akibat jaringan ligamennya rusak.

  • Skoliosis yaitu tulang punggung membelok ke arah samping.

  • Lordosis yaitu tulang punggung membelok ke arah depan.

  • Kifosis yaitu tulang punggung membelok ke arah belakang.

Related Posts:

0 Response to "Mekanisme gerak dan Kelainan penyakit pada sistem gerak"

Post a Comment

1. Dilarang menggunakan kata-kata kasar atau pornografi.
2. Dilarang menggunakan live link ataupun link biasa.
3. Berkomentarlah dengan komentar yang relevan